Youtube

https://www.youtube.com/channel/UCxN1EYpHWR_SJdzBMtTyQeg

Kamis, 29 Februari 2024

Topik 1 Aksi Nyata Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

Nama                        : Maghfiroh Izza Maulani

NIM                          : 2308090143

Program Studi          : PPG Prajabatan Gel 1 Tahun 2023

Kelas                        : Matematika B

    

No.

Alur pembelajaran

Pertanyaan Refleksi

1

Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 

Yang saya pikirkan sebelum proses pembelajaran adalah setiap peserta didik memiliki latar beakang sosial dan budaya yang berbeda. Saya mengobservasi latar belakang peserta didik yang berbeda-beda. Latar belakang sosial dan budayanya dengan jeli. Saya memikirkan hal apa yang dapat saya lakukan untuk memfasilitasi peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial budaya, dan kebutuhannya agar peserta didik dapat menerima pembelajaran dengan baik.

2

Eksplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 

Saya mempelajari sejarah pendidikan Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Saya belajar mengenai pendidikan saat jaman kolonial Belanda dan Jepang. Sejarah tersebut secara tidak langsung berimbas pada pendidikan di masa sekarang. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi dinamika pendidikan Indonesia, diantaranta faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik.  Faktor sosial, termasuk nilai dan norma yang berlaku hingga saat ini dan sikap disiplin dari jaman penjajah. Faktor budaya seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pendidikan yang digunakan setelah bahasa belanda dan jepang. Faktor ekonomi seperti ketersediaan sumber daya dan pendanaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Faktor politik mempengaruhi regulasi kebijakan yang di ambil oleh pemerintah di bidang pendidikan. Gerakan-gerakan perubahan pendidikan Indoesia seperti yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara turut mewarnai dunia pendidikan

3

Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 

Pada ruang kolaborasi kami mempelajari lima video mengenai kondisi pendidikan di Indonesia. Video menunjukkan pemerataan pendidikan Indonesia yang belum menyeluruh. Apalagi di daerah-daerah terpencil. Fasilitas pendidikan belum merata, tenaga pendidik yang masih minim, serta metode pembelajaran yang masih konvensional. Dalam video tersebut juga terdapat upaya konkret dari pemerintah kota maupun daerah demi melakukan pemerataan. Upaya tersebut seperti pengiriman pengajar muda, pembaruan pebelajaran termasuk dalam teknologi dan bahasa asing. Hal ini diharapkan dapat mengasah potensi dan meningkatkan semangat peserta didik.

4

Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Dalam ruang demokrasi, saya belajar menyampaikan pendapat saya dan kelompok, juga mendengarkan pat orang lain. Setiap kelompok menyampaikan pemahamannya masing-masing. Kegiatan ini memicu kegiatan diskusi pada skala besar. Memahami pendapat dari berbagai sudut pandang dan ide baru. Hal ini merupakan pengalaman sangat bermanfaat demi meningkatkan kemampuan profesional guru. Bahasan mengenai pemerataan pendidikan Indonesia juga membuat mata kita lebih terbuka sehingga bersungguh-sungguh dalam mendidik generasi.

5

Elaborasi Pemahaman

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? 

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ?

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  

Sejauh ini saya memahami bahwa setiap peserta didik adalah unik dengan latar belakang budaya, etnis, kondisi ekonomi, dan sosial yang berbeda. Saya mempelajari konsep pendidikan multikulturalisme yang menekankan pada kesadaran kompleksitas masyarakat yang beragam. Hal ini sangat mendukung adanya toleransi, saling menghargai perbedaan yang ada. Hadirnya pendidikan multikultural juga memastikan setiap peserta didik dapat melalui kegiatan pembelajaran dengan baik meskipun dengan backgroud pengalaman yang berbeda.

Saya juga memahami pengetahuan baru mengenai mediasi dan alat psikologis. Dalam praktiknya, saat kegiatan pembelajaran, peserta didik memerlukan bantuan media pembelajaran maupun ahli terkait. Dengan mengintegrasikan konsep multikultural dalam pembelajaran, harapannya pembelajaran sesuai dengan pengalaman peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan peserta didik dapat mengoneksikan dengan kehidupan sehari-hari.

6

Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 

Materi yang saya pelajari di topik 1 perspektif sosiokultural dalam pendidikan Indonesia berkaitan dengan materi yang saya pelajari pada mata kuliah filosofi pendidikan. Keduanya sama-sama memberi saya pengetahuan mengenai perjalanan pendidikan di Indonesia dari masa penjajahan hingga saat ini. Sejarah ternyata memiliki peran pentng dalam membentuk diri kita hari ini. Selain itu pada mata kuliah prinsip pengajaran dan asesmen saya juga belajar mengenai pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) yang juga sangat dekat dengan materi ini. Pendekatan CRT adalah konsep pembelajaran yang mempertimbangkan konteks budaya dalam kegiatan pembelajaran.

 

Aksi Nyata

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal? 

Manfaat yang saya dapat dari pembelajaran ini untuk kesiapan saya sebagai seorang guru yakni membuka mata saya untuk tidak menyamaratakan peserta didik dan mengabaikan latar belakangnya. Latar belakang sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik peserta didik sangatlah berefek pada kondisi peserta didik hari ini. Sebagai seorang guru, saya berkewajiban memastikan peserta didik dapat memahami materi dan memperoleh pemahaman bermakna meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

Dari rentang 1-10, kesiapan saya berada pada angka 7,7. Hal ini karena saya pernah mendapat pengetahuan yang hampir serupa dengan konsep pendidikan multikultural. Saya telah mencoba mengimplementasikan CRT dalam pembelajaran. Namun, saya sadar bahwa saya masih butuh banyak belajar dalam mengobservasi kondisi peserta didik adan menyikapinya. Rasa ingin tahu saya membawa saya merasa siap untuk mempelajari topik ini lebih lanjut.

Agar lebih optimal, saya perlu mencari literatur terkait agar meningkatkan pemahaman saya mengenai pendidikan multikurtukal. Saya perlu banyak praktik sehingga dapat menerapkan pemahaman dengan baik

Minggu, 26 Desember 2021

PENELITIAN GROUNDED

 

PENELITIAN GROUNDED

Penelitian grounded merupakan prosedur kualitatif yang bersifat sistematis untuk menghasilkan dan mengembangkan suatu teori yang menjelaskan suatu proses, Tindakan, kejadian, atau interaksi terkait topik yang bersifat substansif berdasarkan data tertentu

Mengapa sistematis?

Karena prosedurnya mencakup proses terurut yang meliputi pengumpulan data, identifikasi kategori, perhubungan antara kategori, dan membentuk suatu teori yang menjelaskan proses.

Apa yang dimaksud teori?

Teori merupakan penjelasan terhadap bagaimana dan mengapa suatu hal (proses, kejadian, tindakan, atau interaksi) dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

Grounded teori digunakan ketika peneliti hendak:

  • Membangun konsep
  • Meneliti suatu proses
  • Menjelaskan tindakan
  • Menjelaskan interaksi

Karakteristik grounded theory

  • Pendekatan proses
  • Pemilihan sampel secara teoretis
  • Analisis data komparatif secara konstan
  • Kategori (atau tema)
  • Pembentukan teori
  • Memo

Isu-isu etik dalam penelitian grounded theory berkaitan dengan:

  • Privasi
  • Persetujuna partisipan
  • Kerahasiaan identitas partisipan
  • Pemalsuan/penipuan data
  • Keselamatan peneliti dan partisipan

Langkah-langkah penelitian:

  • Menentukan kesesuaian desain dengan masalah penelitian
  • Mengidentifikasi proses penelitian
  • Memperoleh izin dan akses terhadap partisipan
  • Melakukan pemilihan sampel secara teoretis
  • Mengkode data
  • Menggunakan selective coding dan mengembangkan teori
  • Memvalidasi teori : untuk membuktikan teori masuk akal dan akurat
  • Menuliskan laporan penelitian

Beberapa kriteria untuk mengevaluasi laporan

  • Kredibilitas
  • Orisinalitas
  • Kebermanfaatan
  • Pentingnya konsep
  • Kelogisan hasil dan kedalaman pembahasan
  • Keinovatifan

PENELITIAN ETNOGRAFI

 

PENELITIAN ETNOGRAFI

 

Penelitian etnografi merupakan prosedur penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pola dalam suatu budaya (perilaku, keyakinan, bahasa, ritual, struktur ekonomi dan politik interaksi, tahapan hidup, gaya komunikasi) dalam kelompok masyarakat yang berkembang dari waktu ke waktu.

Intinya, etnografi itu menemukan pola. Biasanya agak lama, karena peneliti turut terjun di lapangan, mengamati

Kapan menggunakan penelitian etnografi?

Desain etnografi dapat digunakan oleh peneliti ketika:

  • Pengkajian atau penelitian terhadap suatu kelompok dapat menyajikan pemahaman terhadap isu yang luas
  • Memiliki akses terhadap kelompok
  • Akses yang dimiliki cukup lama sehingga peneliti dapat membangun “rekam jejak

Jenis Desain Etnografi:

  • Etnografi konvensional : laporan pengalaman lapangan peneliti
  • Life history : studi terhadap seorang individu yang berada dalam konteks kultural dari hidupnya
  • Auto Etnografi : refleksi diri dari sekelompok individu dalam konteks kulturalnya
  • Mikro etnografi : studi yang berfokus pada aspek spesifik dari suatu kelompok dan setting kultural
  • Novel etnografis : karya fiksi yang focus terhadap kultural kelompok
  • Etnografi kritis : terhadap kelompok terpinggirkan dan mengangkat isu kekuasaan dan wewenang
  • Etnografi feminis : studi terhadap anita dan aspek kultural yang menindas mereka
  • Etnografi pos modern : memvalidasi masalah yang ada di masyarakat, baik sosial maupun ekonomi
  • Studi kasus etnografis : mengenai kelompok, kejadian, aktifitas, atau proses dalam perspektif kultural
  • Etnografi realis bersifat objektif dan ditulis secara sistematis

Tiga jenis desain etnografi

  • Etnografi realis : deskripsi objektif, peneliti menggunakan sudut pandang orang ketiga dan melaporkan hasil observasi. Tidak mencampuradukkan dengan refleksi
  • Studi kasus : lebih fokus ke kasus (program/kejadian/aktivitas) kultural dalam system terbatas. Kasus sendiri dibagi mennjadi tiga (berdasarkan tujuan): studi kasus intrinsik, studi kasus instrumental, dan studi kasus kolektif
  • Etnografi kritis : etnografi yang berfokus untuk memberikan pembelaan terhadap emansipasi (persamaan hak) kelompok-kelompok yang terpinggirkan dalam masyarakat/ untuk memerangi ketidakadilan dan dominasi. Contoh: privilege untuk siswa dengan karakteristik tertentu

Karakteristik utama penelitian etnografi

  • Tema-tema kultural
  • Kelompok dengan budaya yang sama
  • Pola perilaku, keyakinan, dan Bahasa yang sama
  • Pekerjaan lapangan
  • Deskripsi, tema, dan interpretasi
  • Konteks atau latar yang melingkupi kelompok kultural
  • Refleksi peneliti

Sifat-sifat yang musti dimiliki peniliti dalam melakukan penelitian etnografi:

  • Terbuka, trasparan
  • Menjaga privasi
  • Bertanggung jawan, tidak mengarang data
  • Menjaga sikap
  • Memberi “timbal balik” meski hanya sokongan moral
  • Sadar potensi negatif penelitian terhadap populasi tertentu

Langkah-langkah penelitian etnografi

  • Identifikasi tujuan, jenis desain dan mengaitkan terhadap masalah penelitian
  • Mengurus perijinan
  • Mengumpulka data
  • Menganalisis dan menggunakan prosedur yang sesuai
  • Menuliskan laporan

Sabtu, 18 September 2021

 

PENELITIAN NARATIF


Apa itu penelitian naratif?

Desain penelitian naratif digunakan untuk:

a.       Mendeskripsikan pengalaman / perjalanan hidup seseorang/beberapa orang

b.      Mengumpulkan dan menceritakan kisah hidup seseorang/beberapa orang

c.      Menuliskan pengalaman, perjalanan, atau kisah hidup seseorang/beberapa orang secara naratif

d.     Membahas makna dari pengalaman, perjalanan, atau kisah hidup seseorang/beberapa orang


Kapan digunakan? Saat ingin menceritakan kisah. Dibuat timelinenya


Jenis-jenis desain naratif:

a.      Autobiografi: biografi yang dibuat ssendiri

b.     Biografi: cerita perjalanan hidup  sampai masa tertentu. Contoh: Ibnu Khaldun

c.      Autoetnografi: berbau budaya yang ditulis sendiri

d.  Enofisiologi: budaya fisik. Contoh: di candi ijo kenapa patungnya sedikit, dan lebih banyak lingga-linggaa

e.      Wawancara naratif. Contoh: kenap mau dipoligami?

f.      Kisah dan sejarah hidup

g.     Etnobiografi

h.     Naratif personal: partisi dari biografi. Misalnya hanya sewaktu kuliah

i.       Dokumen hidup

j.       Sejarah lisan

k.      Memoar


Sangat mungin untuk mengombinasikan jenis/ desain penelitian yang ada.


Karakteristik utama penelitian naratif:

a.       Pengalaman

b.      Kronologi, ada juga yang bolak-balik. Contoh: Film laskar pelangi

c.       Pengumpulan kisah hidup seseorang

d.      Menceritakan atau mengisahkan kembali perjalanan/pengalaman seseorang

e.       Mengkode data untuk memperoleh tema-tema

f.       Konteks atau latar

g.      Kolaborasi denga partisipan


Isu-isu Etik dalam melakukan penelitian naratif

a.       Otentik

b.      Triangulasi

c.       Ijin dari pihak terkait

d.      Timbal balik dari peneliti


Langkah-langkah:

a.       Menentukan apa yang mau diteliti

b.      Individu tang tepat

c.       Mengumpulkan data, kisah, pengaalman, foto, keluarga

d.      Menguji/menilai, mengurutkan

e.       Berkolaborasi dengan partisipan

f.       Menuliskan dalam kisah personal/sosial

g.      Validasi


Mengevaluasi kualitas penelitian naratif

a.       Fokus

b.      Berdasarkan pengalaman hidup

c.       Kronologis

d.      Detail

e.       Melaporkan tema

f.       Berkolaborasi dengan partisipan


Penelitian Naratif: Overview

a.       Fokus pada eksplorasi

b.      Cocok untuk pemaparan pengalaman hidup

c.       Diilhami dari disiplin ilmu

d.      Bisa satu/beberapa orang

e.       Melalui wawancara dan dokumentasi

f.       Analisis data melalui mengkisahkan kembali

g.      Laporan

h.      Struktur umum: pendahuluan, prosedur penelitian, hasil, makna, identifikasi pola, simpulan

 

PENELITIAN KUALITATIF

Hai sobat, kalian pasti sudah pernah dengar yang namanya penelitian kualitatif dong. Sebelum membahas penelitian kualitatif lebih jauh, yok kenalan sama penelitian kualitatif dan sobat karibnya penelitian kuantitatif.
Berikut adalah perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif

Pendekatan Kualitatif

a.       Setiap kasus/permasalahan riset dianggap sebagai suatu yang unik

b.      Peneliti tidak membuat generalisasi, namun memperoleh pemahaman dari keunikan

c.       Teknik penyampelan yang sering  digunakan: accidental sampling, purposive sampling, quota sampling, dan snow-ball sampling

d.      Pengumpulan data berupa fennomena/gejala diceritakan dalam bentuk vignete (vinyet)/ catatan lapangan

e.       Validasi yang dilakukan disebut triangulasi

f.       Kesimpulan diambil dengan melihat kecenderungan yang terjadi (konvergen)


Karakteristik pendekatan kualitatif

a.       Setting alami/natural

b.      Analisis data induktif

c.       Peneliti sebagai instrument utama

d.      Makna adalah esensial

e.       Bersifat deskriptif

f.       Laporn mirip studi kasus

g.      Mementingkan proses berlangsungnya program

h.      Interpretasi idiografik


Jenis-jenis penelitian kualitatif

a.       Penelitian naratif

Cerita pengalaman hidup seseorang ataupun kronologi suatu kejadian yang unik

Meliputi: studi biografi, autobiografi, kisah hidup, sejarah lisan.

b.      Penelitian studi kasus

Peneliti perlu menyelidiki dan mengeksplorasi suatu/beberapa kasus dalam jangka waktu tertentu Kasus dapat berupa suatu kejadian, proses, kegiatan, program.

Meliputi: studi kasus single instrument, kolektif, instrinsik.

c.       Penelitian fenomenologi

Mendeskripsikan dan memaknai fenomena dengan deskripsi tekstural maupun structural.

Meliputi: fenomenologi hermeneutic dan transenden.

d.      Penelitian grounded theory

Untuk menemukan suatu teori/ skema analitik.

Meliputi: prosedur sistematis dan pendekatan konstruktivis

e.       Penelitian etnografi

Topik 6 Aksi Nyata PSPI

  Topik 6 Aksi Nyata Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia Nama          : Maghfiroh Izza Maulani NIM             : 230809...