PEJUANG MIMPI
Yanto dan Dhini adalah pelajar SMA
Sehat Sentosa. Mereka baru saja naik kelas XII. Waktu itu, keadaan sangat
ramai. Karena hari pertama masuk jadi pada sibuk mencari kelas. Seperti biasa
seluruh ruang kelas ditempeli nama- nama siswa yang menduduki kelas tersebut.
Yanto bersama tman-temannya sudah berkerumun di depan XII IPA 1 setelah
menjajaki kelas dari ujung sampe ujung. Kemudian, Dhini datang dengan
santainya. Ia tak tahu kelas apa. Karena ia terlambat, ia tak menemukan
kawannya. Akhirnya ia pun jalan sendiri. Dengan langkah takut-takut ia
mendekati gerombolannya Yanto. Postur Dhini yang terlalu kecil menyebabkan ia
kesulitan melihat. Dan ia memutuskan untuk menunggu. Setelah rombongan it bubar
kecuali Yanto yang masih disana. Dhini mndekat disusul siswi dari arah
berlawanan. Sekilas tak nampak ada nama Dhini di dalamnya. Namun setelah dibaca
ulang ternyata ada. “ Suryani Dhini ”Ya. Benar itu kelas Dhini yang baru.
Sayangnya, kawannya tak satupun ada
bersamanya dikelas itu. Hhhhhhhh, Dhini mendesah. Dan kemudian memasuki ruangan
yang masih sangat sepi. Tampak para lelaki bertubuh kekar yang sudah saling
akrab. Dhini memutuskan untuk duduk di bangku terdepan, sedikit menghindar dari
mereka.Lalu, duduk termenung di bangku yang baru saja menjadi tempatnya. Yanto
masih diluar bersama kerumunan itu. Lamaaaa sekali ia berdiam diri. Kemudian ia
masuk dan meletakkan tasnya, lalu keluar lagi.
Hari demi hari berlalu. Sedikit demi
sedikit mereka saling membaur. Mengenal satu sama lain, beradaptasi menduduki
rumah baru yang baru seminggu ditempati. Kekerabatan mereka semakin akrab.
Mulai dari berbagi cerita. Ngobrol. Bercanda. Ngerjain tugas. Belajar. Sampai
refreshing pun bareng-bareng. Kelas mereka memang sedikit berbeda. Agak urakan
tapi sopan. Agak standard tapi kompak.
Yanto dan Dhini pun semakin dekat,
sahabat tapi rasa pacar. Wkwkw. Awalnya cuma gara-gara sering deket, sering
chatan, sering kelompok, sering belajar bareng. Waktu itu, ada tugas buat
ngerjain (tulis impian kalian dan cara kalian mendapatkannya). Waktu itu, Dhea temen sebangku Dhini lagi
nggak masuk. Joko temen sebangkunya Yanto juga nggak masuk. Karena sebagai
ketua kelas yang baik Joko dan beberapa wakil kelas menjenguk Dhea. Padahal
suruh kelompokan berdua. Alhasil, secara tak sengaja mereka satu kelompok. Saat
diskusi.
Yanto :
hey din.. bareng lagi
Dhini :
iya
Yanto :
aku yang nyatet kamu yang bilang
Dhini :ya
jangan kok. Kan diskusi..
Yanto :
yaudah , iya
Dhini :
gimana ?
Yanto :
gimana apanya ?
Dhini :
ya persoalnya lah . kan kertasnya di kamu
Yanto :
oh.. kirain apa. (ngasihin kertas)
Dhini :
(membaca bareng) yaudah gini, kita mulai dari awal. Soal cita-cita. Kalo aku
pengen jadi dosen matematika. Kalo kamu ?
Yanto :
apa ya? Pengen masuk teknik fisika UGM. tapi nggak tau nyampe nggak nilainya.
Dhini :
sama pengen UGM jua... tapi pengen SNM
Yanto :
aku mah apa aja. Masuk aja sukur..
Dhini :
yaudah lanjuut.
Yanto :
cara yang di tempuh selama ini ?
Dhini :
kalo aku udah les sih..
Yanto :
aku apa ya, ? seneng sama kamu.. eh sama fisika
Dhini :
hmmmm. Eh mau ngga kita bikin perjanjian
Yanto :
apa?
Dhini :
kalo kita bakal masuk universitas yang sama dan sukses sama-sama
Yanto :
amiin. Kalo nggak sama ?
Dhini :
ya pokoknya harus bisa ke UGM
Yanto :
Iya.. usaha aja dulu
Dari hari itu, Yanto mulai memikirkan
masa depannya. Padahal biasanya yang ada dipikirannya adalah cara buat bahagia,
maen lah, ngegame lah. Banyak hal-hal yang kurang penting pokoknya.
Yanto dan Dhini juga deket lewat chat.
Saling suport buat belajar. Diskusi. Sama buat refresh pkiran juga. Setiap ada
tugas pasti mereka bahas bareng. Dhini yang anak les-an tak pernah pelit
membagi ilmu dan catatan les nya.yanto juga tak kenal lelah untuk megimbangi.
Kadang, justru Dhini yang bertanya pada Yanto.
Hari kelulusan hampir tiba.. Dhini
sudah meewujudkan impiannya.. ya, diterima SNM di UGM sesuai prodi yg diinginkn. Tapi,... akhir-akhir ini
Yanto beda.. jarang ngomong sama dhini. Padahal dhini nggak bikin salah apapun.
Berhari-hari dhini memikirkan perubahan sikapnya Yanto. Sampai ia berani tanya
ke sahabatnya si Joko.
Ternyata.. si yanto berusaha keras
sbuat SBM, Belajar mati-matian buat ketrima di UGM. Di kamarnya si Yanto
dipasang kalimat besar yan intinya pgn sukses.. akhinrnya Yanto jg kertima di UGM
SBM BIDIKMISI. Setelah kelulusan itu, sorenya ketemuan di taman.
Dhini :kamu
berubah.
Yanto :
berubah gimana?
Dhini :
ya gitu. banyak
Yanto :
maaf
Dhini :
kukira kamu pergi
Yanto :
pergi kemana ?
Dhini :
mninggalin aku
Yanto :
enggak lah. Kan aku sayang..
Itu pertama kalinya Yanto bilang
sayang. Karena selama ini mereka Cuma deket aja
Dhini :
apa ?
Yanto :
sayang
Dhini :
(tersenyum) ohh. Kalo sayang kenapa akhir-akhir ini km ngilang ?
Yanto :
nggak ngilang. Cuma lg berjuang
Dhini :
berjuang apa ? pgn jauh ?
Yanto :
nggk.. ini... buat kamu, buat kita (bukti ketrima UGM)
Dhini :
ohhh,, kamu keren.
Yanto :
kamu jg lebih keeeren
Dhini :
enggak. Mmaff aku salah nuduh kamu.
Yanto :
nggk papa santai
Dhini :
aku jg punya ini buat kamu. Buat kita (nilai tertinggi UN)
Yanto :
aku tahu
Dhini :
kok tahu ?
Yanto :
iya kan aku stalker hidupmu
Dhini :
ah kamu mah.. aku kagum
Yanto :
aku juga
Impian yang slama ini mereka dambakan
tercipta sudah. Tak lupa karena niat dan usaha mereka. Kamu boleh kecil dimata
orang. Tapi enggak dimata Tuhan. Enggk buat usaha yang kau lakukan.. so.. keep
fighting !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar