Nama : Maghfiroh Izza Maulani
NIM : 2308090143
Program Studi : PPG Prajabatan Gel 1 Tahun 2023
Kelas : Matematika B
|
No. |
Alur pembelajaran |
Pertanyaan Refleksi |
|
1 |
Mulai Dari Diri |
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum
memulai proses pembelajaran? |
|
Yang saya pikirkan
sebelum proses pembelajaran adalah setiap peserta didik memiliki latar
beakang sosial dan budaya yang berbeda. Saya mengobservasi latar belakang
peserta didik yang berbeda-beda. Latar belakang sosial dan budayanya dengan
jeli. Saya memikirkan hal apa yang dapat saya lakukan untuk memfasilitasi
peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial budaya, dan kebutuhannya
agar peserta didik dapat menerima pembelajaran dengan baik. |
||
|
2 |
Eksplorasi Konsep |
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda
pelajari dalam topik ini? |
|
Saya mempelajari sejarah
pendidikan Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Saya belajar
mengenai pendidikan saat jaman kolonial Belanda dan Jepang. Sejarah tersebut
secara tidak langsung berimbas pada pendidikan di masa sekarang. Terdapat
beberapa faktor yang memengaruhi dinamika pendidikan Indonesia, diantaranta
faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Faktor sosial, termasuk nilai dan norma
yang berlaku hingga saat ini dan sikap disiplin dari jaman penjajah. Faktor
budaya seperti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pendidikan
yang digunakan setelah bahasa belanda dan jepang. Faktor ekonomi seperti
ketersediaan sumber daya dan pendanaan dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. Faktor politik mempengaruhi regulasi kebijakan yang di ambil oleh
pemerintah di bidang pendidikan. Gerakan-gerakan perubahan pendidikan
Indoesia seperti yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara turut mewarnai dunia
pendidikan |
||
|
3 |
Ruang Kolaborasi |
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan
rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? |
|
Pada ruang kolaborasi kami mempelajari lima video
mengenai kondisi pendidikan di Indonesia. Video menunjukkan pemerataan
pendidikan Indonesia yang belum menyeluruh. Apalagi di daerah-daerah
terpencil. Fasilitas pendidikan belum merata, tenaga pendidik yang masih
minim, serta metode pembelajaran yang masih konvensional. Dalam video
tersebut juga terdapat upaya konkret dari pemerintah kota maupun daerah demi
melakukan pemerataan. Upaya tersebut seperti pengiriman pengajar muda,
pembaruan pebelajaran termasuk dalam teknologi dan bahasa asing. Hal ini
diharapkan dapat mengasah potensi dan meningkatkan semangat peserta didik. |
||
|
4 |
Demonstrasi Kontekstual |
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses
demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang
materi, rekan, dan diri sendiri)? |
|
Dalam ruang demokrasi,
saya belajar menyampaikan pendapat saya dan kelompok, juga mendengarkan pat
orang lain. Setiap kelompok menyampaikan pemahamannya masing-masing. Kegiatan
ini memicu kegiatan diskusi pada skala besar. Memahami pendapat dari berbagai
sudut pandang dan ide baru. Hal ini merupakan pengalaman sangat bermanfaat
demi meningkatkan kemampuan profesional guru. Bahasan mengenai pemerataan
pendidikan Indonesia juga membuat mata kita lebih terbuka sehingga
bersungguh-sungguh dalam mendidik generasi. |
||
|
5 |
Elaborasi Pemahaman |
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik
ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari
pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih
lanjut? |
|
Sejauh ini saya memahami
bahwa setiap peserta didik adalah unik dengan latar belakang budaya, etnis,
kondisi ekonomi, dan sosial yang berbeda. Saya mempelajari konsep pendidikan
multikulturalisme yang menekankan pada kesadaran kompleksitas masyarakat yang
beragam. Hal ini sangat mendukung adanya toleransi, saling menghargai
perbedaan yang ada. Hadirnya pendidikan multikultural juga memastikan setiap
peserta didik dapat melalui kegiatan pembelajaran dengan baik meskipun dengan
backgroud pengalaman yang berbeda. Saya juga memahami
pengetahuan baru mengenai mediasi dan alat psikologis. Dalam praktiknya, saat
kegiatan pembelajaran, peserta didik memerlukan bantuan media pembelajaran
maupun ahli terkait. Dengan mengintegrasikan konsep multikultural dalam
pembelajaran, harapannya pembelajaran sesuai dengan pengalaman peserta didik
sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan peserta didik dapat
mengoneksikan dengan kehidupan sehari-hari. |
||
|
6 |
Koneksi Antar Materi |
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi
baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? |
|
Materi yang saya pelajari
di topik 1 perspektif sosiokultural dalam pendidikan
Indonesia berkaitan dengan materi yang saya pelajari pada mata kuliah
filosofi pendidikan. Keduanya sama-sama memberi saya pengetahuan mengenai
perjalanan pendidikan di Indonesia dari masa penjajahan hingga saat ini.
Sejarah ternyata memiliki peran pentng dalam membentuk diri kita hari ini. Selain
itu pada mata kuliah prinsip pengajaran dan asesmen saya juga belajar
mengenai pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) yang juga
sangat dekat dengan materi ini. Pendekatan CRT adalah konsep pembelajaran
yang mempertimbangkan konteks budaya dalam kegiatan pembelajaran. |
||
|
|
Aksi Nyata |
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda
sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam
skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk
bisa menerapkannya dengan optimal? |
|
Manfaat yang saya dapat
dari pembelajaran ini untuk kesiapan saya sebagai seorang guru yakni membuka
mata saya untuk tidak menyamaratakan peserta didik dan mengabaikan latar
belakangnya. Latar belakang sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik peserta
didik sangatlah berefek pada kondisi peserta didik hari ini. Sebagai seorang
guru, saya berkewajiban memastikan peserta didik dapat memahami materi dan
memperoleh pemahaman bermakna meskipun berasal dari latar belakang yang
berbeda. Dari rentang 1-10,
kesiapan saya berada pada angka 7,7. Hal ini karena saya pernah mendapat
pengetahuan yang hampir serupa dengan konsep pendidikan multikultural. Saya
telah mencoba mengimplementasikan CRT dalam pembelajaran. Namun, saya sadar
bahwa saya masih butuh banyak belajar dalam mengobservasi kondisi peserta
didik adan menyikapinya. Rasa ingin tahu saya membawa saya merasa siap untuk
mempelajari topik ini lebih lanjut. Agar lebih optimal, saya
perlu mencari literatur terkait agar meningkatkan pemahaman saya mengenai pendidikan
multikurtukal. Saya perlu banyak praktik sehingga dapat menerapkan pemahaman
dengan baik |
||